Travel article about Edinburgh, Scotland. Published by Tamasya magazine on May 2014.

Page 1

 

Original script:

Ada yang mengatakan Edinburgh adalah kota kuno yang anggun, ada juga yang mengatakan bahwa Edinburgh adalah kota modern yang meriah. Jadi, mana rupa Edinburgh yang sesungguhnya?

Saya mengunjungi kota ini dengan bekal opini yang sungguh kontras. Namun, itulah yang saya dapati saat pertama kali mencemplung ke ibu kota Skotlandia ini. Edinburgh memperlihatkan sisi tradisionalnya yang meresap dalam sejarah di Old Town, namun juga berdampingan bersama kehidupan modernnya di New Town. Keduanya memiliki karakteristik tersendiri, namun kedua sifat tersebut berjalan paralel, saling melengkapi, hingga menghasilkan keunikan kombinasi suasana masa lalu dan masa kini. Dan semakin Anda menjelajahinya, perspektif Anda terhadap kota ini akan senantiasa berubah, membuat Edinburgh bukan hanya kota yang indah dipandang, tetapi juga layak dikenang.

Dapat dikatakan bahwa Edinburgh adalah kota yang kemas. Antar-daerahnya mudah dijangkau, baik berjalan kaki maupun menggunakan bus. Salah satu jalan paling terkenal Edinburgh adalah Royal Mile di Old Town. Jalan ini membentang sepanjang 1,8 kilometer di jantung kota, menghubungkan Kastel Edinburgh yang bertengger tinggi pada batuan vulkanik dengan Holyrood Palace yang merupakan kediaman resmi kerajaan United Kingdom di Skotlandia. Berdekatan dengan Holyrood Palace, Holyrood Park seluas 263 hektare yang sebelumnya merupakan properti kerajaan Skotlandia kini dibuka untuk umum. Berjalan kaki, bersepeda, maupun berkendara tetap nyaman di sini. Serangkaian tebing, danau, hingga bukit menghiasi Holyrood Park dengan titik tertinggi 251 meter berupa sisa erosi gunung berapi purba. Di sini tempat pelarian Anda untuk menikmati sececah alam liar, tentunya dengan jaminan pemandangan memesona Edinburgh.

Pesaing Royal Mile adalah Princes Street di New Town. Jalan perbelanjaan utama di pusat Edinburgh ini tidak memiliki bangunan pada bagian selatannya, membiarkan panorama Old Town dan lembah yang mengitarinya terlihat. Untuk menyaksikan pemandangan kota, naiki 287 anak tangga yang akan membawa Anda ke puncak menara Scott Monument. Dengan ketinggian lebih dari 60 meter, monumen bergaya Gothic untuk memperingati seorang novelis sejarah – Sir Walter Scott – dapat terlihat dari hampir setiap sisi pusat kota Edinburgh. Monumen ini dilengkapi dengan dekorasi 64 patung karakter dari buku-buku karya Sir Walter Scott. Pembangunan The Scott Monument diresmikan pada 1846 dan merupakan pencapaian luar biasa pada masanya.

Tantallon Castle

Menjauh dari ingar-bingar kota Edinburgh, Anda dapat menjelajah lebih jauh ke kota-kota kecil di sekitarnya yang menawarkan pesona yang tak kalah menarik. Sebut saja Tantallon Castle di kota pinggir pantai, North Berwick, sekitar 40 kilometer dari Edinburgh. Mendengar bahwa reruntuhan kastel ini berada di tepi tebing yang menghadap laut sudah membuat telinga saya bergoyang. Bagaimana tidak? Berdiri di atas kastel tersebut pastinya dihidangkan pemandangan spektakuler.

Ternyata, saya mendapati pemandangan laut hanyalah “appetizer” dari “main course” yang telah siap disajikan oleh Tantallon Castle. Di tengah-tengah garis horizon laut, tertumbuk pandangan sebongkah batuan vulkanik yang menarik perhatian saya. Sesaat, bagian atasnya tampak seperti tertutup salju. Namun, otak saya berusaha mencerna fakta bahwa saat itu sedang musim panas. Sebuah teropong keemasan seakan memanggil-manggil dari salah satu sudut taman kastel, membuat saya merogoh tas dan mencari koin 20 pence atau setara dengan 3.700 rupiah untuk mengoperasikannya. Sungguh terkejutnya saya saat menyaksikan melalui teropong lebih dari 150.000 burung laut hinggap dan beterbangan di sekitar pulau mungil yang dinamakan Bass Rock itu. Saking terpukaunya, bongkahan koin dari tas saya tandas demi menyaksikan lebih lama lagi kehebohan aktivitas ratusan ribu burung Atlantic Gannet.

Melrose Abbey

Terletak di Melrose, 56 kilometer dari Edinburgh, Melrose Abbey diyakini merupakan tempat penguburan jantung Robert the Bruce. Ia adalah raja Skotlandia yang berkuasa pada 1300-an. Dapat dikatakan reruntuhan gereja abad ke-12 ini paling terkenal di Skotlandia, barangkali karena keanggunannya yang tak tertandingi. Dekorasi ukir bebatuan yang mewah dan unik dapat dilihat melalui patung-patung penghias di seluruh bagian gereja. Mulai dari yang berbentuk orang suci, naga, gargoyle, hingga babi peniup bagpipe, malaikat pemain kecapi, dan pemasak yang memegang sendok.

Berada di Edinburgh dan kota-kota yang mengitarinya, ibarat Anda sedang mendengarkan lagu favorit. Tempat-tempat tersebut menyenandungkan pemandangan indah yang Anda nikmati sepanjang perjalanan. Saat pelancongan berakhir, Anda senantiasa terngiang-ngiang, ingin mengunjunginya lagi dan lagi, siap memperoleh pengalaman yang lebih dalam. Awali perjalanan Anda di Edinburgh, kota yang kerap dinobatkan sebagai salah satu destinasi terbaik di Eropa, bahkan dunia, dan lihatlah sendiri apa yang diribut-ributkan dari kota yang masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site ini.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s