Untuk bisa keliling Jepang, kita akan berpindah-pindah kota menggunakan kereta. Di sinilah peran Japan Rail Pass — kartu tanda masuk kereta dengan diskon khusus untuk pengunjung internasional. Kita cukup membayar di awal untuk mendapat JR Pass yang bisa digunakan untuk semua kereta jalur Japan Rail, termasuk sebagian besar kereta peluru (Shinkansen), hingga bus dan kapal feri. Kartu ini sangat berguna jika kamu sering berganti kota (misalnya Tokyo-Kyoto-Osaka-Tokyo), karena membeli tiket setiap berpindah dari kota satu ke kota yang lain bisa memakan uang yang jauh lebih banyak.

20160414-DSCF2942a-01

Kamu bisa membeli JR Pass untuk 7, 14, atau 21 hari, dimulai dari harga 29.110 yen untuk 7 hari. Kamu harus membeli tiket ini sebelum berangkat ke Jepang via travel agent di Indonesia, lalu ambil kartunya di bandara atau stasiun (JR Office) begitu sampai di Jepang.

Untuk berkeliling di dalam kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka, kamu bisa menggunakan IC card. Kartu isi ulang prabayar (e-money) ini digunakan untuk membayar biaya alat transportasi umum, terutama kereta, dengan cara menempelkannya di mesin pembaca. Kamu mungkin bakal melihat nama-nama IC card seperti Pasmo, Suica, Icoca, dan masih banyak lagi, yang masing-masing mempunyai cakupan wilayah dan berasal dari perusahaan yang berbeda. Heits, tapi jangan bingung! Sejak 2013, kartu-kartu ini kompatibel satu sama lain, yang artinya kamu hanya perlu memilih salah satu kartu untuk mencakup semua wilayah tersebut.

20160414-DSCF2942s-01

IC card adalah cara terbaik untuk menghemat waktu dan usaha karena kamu tak perlu lagi mencari-cari mesin atau loket untuk membeli tiket kereta setiap mau ke daerah tertentu. Asyiknya lagi, hampir sama seperti kartu e-money yang biasa kita gunakan di sini, IC card bisa digunakan untuk membayar kebutuhan-kebutuhan lainnya, seperti vending machine, loker koin, mini market, dan taksi. Tinggal tempel, langsung sikat! – cuma jangan lupa diisi ulang.

Kalau kamu tertarik mengoleksi cap dari stasiun di Jepang, coba browsing “eki stamp” untuk tahu selengkapnya.

Kereta di Jepang biasanya beroperasi dari jam 5 pagi hingga 11 malam. Kalau pernah lihat video kereta penuh penumpang di Jepang, sampai kadang orang-orangnya dibantu didorong oleh petugas hingga pintunya tertutup, rasakan secara langsung di jam-jam sibuk. Tidak hanya pagi dan sore di hari biasa lho, Jumat dan Sabtu malam saat semua orang bergegas mengejar kereta terakhir bisa jadi pengalaman yang tak kalah seru. Tapi kalau kamu tidak mau merasakannya, pastikan kamu menghindari jam-jam sibuk, dan sebisa mungkin tidak mengambil kereta jam terakhir di malam hari ya.

Japan A–Z
Asakusa
Bicycle
Cherry Blossom
DisneySea
Electronic Toilets
Food
Gashapon
Hitachi Seaside Park
Inexpensive Stores
Japan Railway Pass
KitKat
LINE FRIENDS Store
Mount Fuji
Neon Lights
Onigiri
Pablo Mini Cheese Tart
Fuji-Q Highland
Rumbling Markets
Shinkansen
Temples & Gardens
Universal Studios Japan (USJ)
Vending Machines
Wacky Stuff
X Factor
Zebra Cross