A Tribute to “Happy Endings”

Starring Adam Pally, Zachary Knighton, Eliza Coupe, Damon Wayans, Jr., Casey Wilson, and Elisha Cuthbert.

Serial televisi “Happy Endings” mungkin terdengar asing bagi para pemirsa televisi Indonesia. Sitkom Amerika ini aslinya ditayangkan di ABC. Tapi, kalau kamu berlangganan TV kabel, channel Star World juga pernah menayangkan serial ini. Meski hanya bertahan selama tiga season (2011-2013) – yang berhenti tayang lebih karena penempatan waktu tayang yang kurang konsisten – “Happy Endings” tetap menjadi salah satu sitkom favorit saya karena keunikan dan kelucuan yang disajikan. Pendapat ini juga dirasakan oleh banyak penonton lainnya, bahkan Rolling Stones menyatakan bahwa “Happy Endings” adalah “the most underrated, under-watched series on TV, that may also be the funniest”.

Cukup sedih saat tahu bahwa serial ini tidak lagi diperpanjang, dan sekarang sudah nyaris empat tahun sejak “Happy Endings” pertama kali tayang. Herannya, serial ini masih tetap membuat saya tertawa terbahak-bahak meski sudah ditonton berulang kali. Entah karena sikap dan gaya tubuh Brad yang menurut saya kerap terlihat “feminine in the most masculine way (bingung kan?)”, atau Jane yang seorang control freak dan sering dijuluki teman-temannya “witch” saking seringnya muncul tiba-tiba, atau Alex yang polos dan paling lemot di antara yang lain, atau Dave yang sangat putus asa ingin menjadi “the cool guy of the group”, juga Max yang kekanak-kanakan dan adalah seorang gay namun sama sekali tidak mengikuti stereotip orang gay, and last but not least is Penny. Menurut saya, Penny adalah karakter paling unik dan kocak, terutama karena ia sering menciptakan singkatan-singkatan atau lafal kata menjadi aneh yang sangat mudah nyangkut di ingatan kita. Misalnya, “ah-mah-zing (amazing)”, “sah-ca-yute (so cute)”, dan “sooks (sucks)”.

Happy Endings Tribute-03

Continue reading A Tribute to “Happy Endings”

Advertisements